Selamat Datang di Blog "Ternate Smile"

Selamat Datang di Blog "Ternate Smile" / Welcome to The Blog "Ternate Smile"

Selasa, 05 Maret 2013

Makam Sultan Mahmud Badaruddin II / The Tomb of Sultan Mahmud Badaruddin II




Makam Sultan Mahmud Badaruddin II
Makam ini terletak di pekuburan islam Kelurahan Makassar Barat. Sultan Badaruddin II adalah Sultan Palembang yang diasingkan oleh belanda ke Ternate pada tahun 1822 bersama beberapa anggota keluarga dan pengikutnya. Oleh sultan ternate mereka diberi tempat pemukiman khusus yang dikenal dengan nama kampung Palembang di sekitar Bank mandiri ternate sekarang. Beliau wafat pada tahun 1852 dimakamkan berdekatan dengan makam istri dan gurunya Al-Habib Umar bin Muhammad Assagaf.

The Tomb of Sultan Mahmud Badaruddin II
This tomb located in Moslem cemetery in west Makassar sub-district Sultan Badaruddin II was a Palembang Sultan which was exiled to Ternate in 1822 by the Ducth Government. Sultan ternate than gave Sultan Badaruddin II and his family a special settlement which called Palembang Village ( Now is located near Bank Mandiri of Ternate ). Sultan Badaruddin II dead in 1852 and buried next to his wife’s tomb in his teacher, Al-Habib Umar bin Muhammad Assagaf.

BIOGRAFI SULTAN TERNATE 48


BIOGRAFI SULTAN TERNATE KE 48
Drs. H. Mudaffar Sjah, Bc.Hk. (Lahir di Ternate, Maluku Utara 3 April 1935; umur 77 tahun) adalah seorang Sultan dari Kesultanan Ternate. Beliau adalah anak ketiga dari Sultan Ternate ke-47, Iskandar Muhammad Djabir Sjah (1929- 1975).
Beliau pernah menolak menjadi sultan Ternate karena khawatir tak mampu mengemban tanggung jawab itu. Mulai 1950, kondisi Kesultanan Ternate relatif tak normal. Pemerintah pusat saat itu memaksa sultan pindah ke Jakarta. Kegiatan Kesultanan Ternate pun vakum. Dua kali rakyat Ternate meminta Sultan kembali, tetapi hal itu tak bisa dilakukan karena besarnya tekanan politik.
Upaya mengembalikan eksistensi Kesultanan Ternate dia perjuangkan lewat jalur politik, saat menjadi anggota DPRD Maluku sampai ketika ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar. Perjuangan lewat jalur politik terus dia lakukan dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Maluku Utara periode 2009-2014.
Ketika ayahnya (Sultan Ternate ke-47) mangkat pada 1975, Mudaffar ditunjuk sebagai Sultan ke-48 oleh bobato 18 (kumpulan 18 pemimpin masyarakat adat terbesar di Kesultanan Ternate yang berwenang memilih Sultan).
Beliau lalu menata kembali struktur adat Kesultanan Ternate, mengisi kekosongan jabatan, dan menjalankan sejumlah hukum adat sebagai perekat masyarakat. Maka, Kesultanan Ternate mampu menggelar Legu Gam Moloku Kie Raha atau Pesta Rakyat Maluku Utara, mulai tahun 2002 setelah sempat vakum sejak 1950. Legu gam yang berlangsung selama 17 hari merangkum ekspresi seni budaya 29 suku di Maluku Utara.
 

Senin, 04 Maret 2013

Masjid Raya Al Munawar / Al Munawar Mosque


Masjid Raya Al Munawar
Masjid Raya Al Munawar adalah Masjid terbesar di Kota Ternate. Masjid yang diresmikan pada tangal 5 Agustus 2010 lalu oleh Walikota Ternate Drs. H. Syamsir Andili, berada pada kawasan Reklamasi Tapak II. Letak masjid yang berada di tepi pantai ini melengkapi keindahan alam dan budaya masyarakat Ternate. Tidak hanya besar, masjid ini juga unik karena masjid yang memiliki empat menara dimana dua diantara menara tersebut dibangun di atas air. Karena hal tersebut Masjid Raya Al-Munawar juga disebut dengan Masjid Apung. Pantas lah masyarakat Ternate bangga memiliki Masjid yang megah tersebut yang memancarkan pesona religius ke seluruh Kota Ternate.

Al Munawar Mosque
Al Munawar Mosque is the largest mosque in the city of Ternate. The mosque, which was inaugurated on August 5, 2010 and the date by Mayor of Ternate Drs. H. Syamsir Andili, located at the Reclamation Tread II. The location of the mosque which is located on the beach complements the natural beauty and cultural communities Ternate. Not just great, this mosque is also unique because the mosque has four minarets in which two of the towers are built on the water. Because it is Masjid Al-Munawar also called the Floating Mosque. No wonder communities Ternate is proud to have such a magnificent mosque that emits religious charm to the entire city of Ternate.

Mesjid Sultan Ternate / Sultan Ternate Grand Mosque


Mesjid Sultan Ternate
Mesjid sultan Ternate mulai di bangun pada tahun 1606 saat berkuasa sultan Ternate ke 28. Setelah tiga kepemimpinan, mesijd ini baru rampung pada masa pemerintahan Sultan Hamzah pada tahun 1648. dengan koposisi bahan yang terbuat dari susunan batu dengan perekatnya digunakan campuran kulit kayu pohon kalumpang, dengan bang...unan bentuk segi empat, dimana atapnya mengadopsi bentuk tumpang limas dan tiap tumpang dipenuhi terali berukir 360 buah sesuai dengan jumlah hari dalam setahun.

Sultan Ternate Grand Mosque
Sultan Ternate Grand Mosque was build in 1606 during the reign of Sultan Ternate the 28 th Saidi Barakati . After there governance, it finally finished in 1648 during the governance of Sultan Hamzah. The composition of material comprises stone structure while for gluing them together, a mixture of kalumpang tree skin was used. The steructure is square shaped, while the roof adopts the piled pyramids and each level is filled with 360 carved trellis according to the

Pantai Kastela / Kastela Beach



Pantai Kastela
Terletak di dekat benteng Gamlamo dan Monumen Sultan Khairun. Pantai ini merupakan tempat wisata alam dan sejarah . Disini pengunjung dapat menikmati pemandangan laut yang indah dibawah sejuknya pepohonan serta terbenamnya matahari saat senja.
 
Kastela Beach
Located near Gamlamo fort and monument of Sultan Khairun. this beach blend both natural and historical tour site. Here, visitor could enjoy the beautiful seaside scenery and the amazing sunset under the cool shades of trees.

Minggu, 03 Maret 2013




Danau Tolire Besar
Danau alam ini terletak sekitar 18 Km dari pusat kota, Kecamatan Takome, Kota Ternate. Airnya yang jernih dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, danau ini memperlihatkan keindahan alam Indonesia. Menurut legenda, Danau Tolire ini terjadi karena sebuah tragedi. Dalam sebuah pesta rakyat seorang ayah yang sedang mabuk berbuat hal yang tidak senono kepada anaknya sendiri, kemudian ia tertimbun tanah yang longsor dan mengakibatkan terbentuknya Danau Tolire Besar, sementara sang anak lari menenggelamkan diri di Danau Tolire Kecil.

Big Tolire Lake
This natural lake located around 18 kms from the centre of Ternate City, Takome sub-district, Ternate island district. With its tranguil water surrounded by abundant green trees, this lake showed the beauty of Inonesian nature. According to the lengend, Big Tolire lake was created by tragedy. In civil party, a drunken father did an immoral deed to his own daughter. As a result of the angry nature , a landslide fall down upon him and caused the Big Tolire Lake. Meanwhile, the daughter ran away and drowed herself in small Tolire Lake.

Ternate, WisatanewsCom – Festival Legu Gam merupakan agenda wisata tahunan yang digelar Kesultanan Ternate dan selalu didukung oleh Kamenterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemda Propinsi Maluku Utara serta Pemda Kota Ternate siap digelar pada tanggal 31 Maret hingga 13 April 2013 dengan Tema “Dream Island With Paradise Culture”.
 
Festival Legu Gam tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan Pemprov Maluku Utara dan Pemko Ternate, juga kegiatan ini sudah menjadi agenda tetap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
   
Festival ini merupakan ritual pesta budaya yang dilaksanakan oleh Kesultanan Ternate sebagai kemeriahan ulang tahun Sultan Ternate, Drs. Hi. Mudaffar Sjah, Bc.Hk
 
Kegiatan Agenda budaya ini diharapkan akan dihadiri wisatawan nusantara maupun mancanegara, hal ini disebabkan pihak Kemenparekraf turut serta dalam mempromosikan baik di dalam negeri maupun diluar negeri.
 
“Yang menarik dalam Kegiatan festival Legu Gam tahun ini adalah aadanya Duta Besar Negara sahabat yang merencanakan hadir pada festival ini, namun kami belum tahu secara pasti Dubes Negara sahabat mana yang akan hadir,” ujar Kabag Humas dan Protokoler Setda Kota Ternate, Thamrin Marsaoli.
 
Dikatakannya, selain Dubes Negara sahabat, Festival ini juga akan dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan tokoh nasional serta budayawan dan Sultan dari berbagai daerah di Indonesia.
 
Agenda festival ini ini akan menyuguhkan ritual budaya, penampilan atraksi budaya dan kesenian tradisional dari Kesultanan Ternate dan Kesultanan lain yang ada di wilayah Propinsi Maluku Utara serta berbagai lomba bahari.
 
Selain itu juga akan dimeriahkan dengan adanya Expo Malut sebagai kegiatan promosi potensi pariwisata dan sumber data alam Maluku Utara dengan melibatkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Maluku Utara.
 
Sementara itu mengenai persiapan menyambut Festival Legu Gam, Thamrin menjelaskan bahwa sudah sangat siap dan tidak ada masalah, hal ini dapat dilihat dengan tersedia banyak hotel mulai dari kelas melati sampai hotel bintang empat dengan kapasitas keseluruhannya mencapai lebih dari 1.000 kamar.